Tampilkan postingan dengan label Farmasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Farmasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2012

7 Faktor yang Dapat Mengubah Kemanjuran Obat

Sudah minum obat tetapi tetap tak kunjung membaik, atau bahkan malah tambah sakit? Kondisi seperti ini mungkin saja terjadi. Tidak banyak yang mengetahui bahwa efektivitas obat bisa berubah atau bahkan menjadi "pembunuh". Banyak faktor yang dapat mengubah efektivitas obat-obatan.

Untuk memastikan bahwa obat-obatan yang Anda konsumsi bekerja dengan aman dan efektif, sangat penting untuk menyadari faktor-faktor paling umum yang dapat mengubah efektivitas obat. Mau tahu apa saja penyebabnya?

1. Minum Segelas Anggur

Sebenarnya, sangat dianjurkan untuk menghindari penggunaan alkohol saat Anda sedang mengonsumsi jenis obat-obatan apa pun. Minum satu atau dua gelas anggur ketika menjalani terapi obat akan menghasilkan konsentrasi obat dalam darah menjadi lebih rendah sehingga menurunkan efek obat.

2. Minum Secangkir Jus Jeruk atau Apel.
Jus ini memiliki efek negatif dan memblokir aktivitas dari obat-obatan seperti antibiotik ciprofloxacin, talinolol, celiprolol, etoposide, atenolol, itraconazole, dan lain-lainnya. Sangat dianjurkan untuk menghindari konsumsi jus ini, terutama ketika Anda sedang menggunakan obat-obatan yang telah disebutkan di atas.

3 Makan Beberapa Buah "Cranberry" dan Jeruk
Jika dikonsumsi dalam jumlah kecil, maka buah ini tidak akan memberikan efek pada obat. Namun, peningkatan jumlah asupan cranberry dapat mengganggu efektivitas obat pengencer darah. Sementara itu, konsumsi jeruk berlebih dapat menekan aktivitas obat antihistamin dan obat hipertensi.

4. Terkena Air Panas atau Suhu Tinggi
Beberapa obat diserap melalui kulit. Efek dari obat yang terpapar suhu cukup tinggi dapat mempercepat proses penyerapan. Akibatnya, Anda mungkin akan menerima dosis yang mematikan dari obat-obatan tersebut.

5. Usia di Atas 70 Tahun
Penuaan adalah salah satu faktor yang berperan penting dan dapat mengubah efektivitas obat. Penuaan telah dikaitkan dengan penurunan berbagai fungsi organ tubuh seperti ginjal, yang dapat menyebabkan rendahnya efektivitas penghapusan obat dari tubuh dan paparan obat lebih lama.

6. Mengambil Obat Lain
Mengambil obat lain (berbagai macam jenis obat) secara bersamaan dapat mempengaruhi efektivitas obat. Konsumsi obat antibiotik bersamaan dengan obat lainnya bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya.

7. Menghancurkan Obat Sebelum Meminumnya
Meski dapat membuat Anda lebih mudah untuk menelan obat, cara ini juga bisa sangat berbahaya karena dapat merusak pelapis khusus yang ada pada obat. Hal ini dapat memengaruhi efektivitas dan mempercepat pelepasan obat.


Selasa, 29 November 2011

Obat-Obat Dengan Tanda "Jika Perlu"

Obat (Medicine)
Obat-obat yang diberi tanda jika perlu biasanya adalah obat-obat yang dimaksudkan hanya untuk meredakan gejala sakit (simptomatis), misalnya obat untuk menurunkan panas atau untuk mengurangi rasa sakit, misalnya parasetamol, asam mefenamat, antalgin, atau aspirin. Jadi obat-obat seperti ini bukan untuk menghilangkan penyebab penyakitnya, tetapi hanya untuk menghilangkan gejalanya saja. Jika gejala sakit yang dirasakan (pusing atau demam) sudah hilang, sebaiknya pemakaian obat dihentikan. Karena sekali lagi, obat simptomastis ini tidak mengobati penyakit hanya meredakan gejala atau rasa sakitnya saja. Jadi kalau gejala atau rasa sakitnya sudah hilang berarti obat ini, pada saat itu, sedang tidak diperlukan lagi.

Semua obat, walau bagaimanapun, mempunyai efeksamping negatif. Jadi jika sudah tidak diperlukan, demamnya sudah turun atau pusing kepalanya sudah hilang atau berkurang, sebaiknya pemakaian obat dihentikan (kecuali untuk obat antibiotik harus diminum sampai habis). Apabila kemudian demam atau rasa sakitnya timbul kembali oabat-obat simptomatis ini boleh diminum kembali sampai gejala demam atau sakit hilang atau berkurang.

Untuk obat-obat yang tidak diberi catatan, sebaiknya tanyakan pada dokter yang memberi resep atau pada apoteker di tempat ibu menebus resep, apakah harus diminum sampai habis atau digunakan seperlunya saja. Kecuali obat-obat simptomatis, obat yang diresepkan biasanya harus dihabiskan. Karena walau gejala sakitnya sudah tidak terasa, belum berarti penyakitnya sudah benar-benar sembuh.
Mudah-mudahan penjelasan ini bermanfaat.





Sumber : Indonesian Pharmaceutical Watch (IPhW), Dr Ernawati Sinaga Apt MS, Republika