Senin, 09 April 2012

[Koran-Digital] Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp 1.844 Triliun

Senin, 09/04/2012 12:23 WIB
Busyet! Utang Pemerintah Naik Lagi Jadi Rp 1.844 Triliun
Wahyu Daniel - detikFinance


Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Total utang pemerintah Indonesia hingga Februari 2012 mencapai
Rp 1.844,96 triliun naik Rp 41,47 triliun dari akhir 2011 yang nilainya
mencapai Rp 1.803,49 triliun. Secara rasio terhadap PDB, utang
pemerintah Indonesia berada di level 25,5% pada Februari 2012.

Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah di
Februari 2012 mencapai US$ 203,08 miliar jumlah ini naik dari posisi di
akhir 2011 yang mencapai US$ 198,89 miliar.

Demikian data Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip
detikFinance, Senin (9/4/2012).

Utang pemerintah tersebut terdiri dari pinjaman US$ 67,53 miliar dan
surat berharga US$ 135,54 miliar. Jika menggunakan PDB Indonesia yang
sebesar Rp 7.226 triliun, maka rasio utang Indonesia per Februari 2012
tercatat sebesar 25,5%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir
Februari 2012 adalah:


* Bilateral: US$ 40,98 miliar
* Multilateral: US$ 23,55 miliar
* Komersial: US$ 2,84 miliar
* Supplier: US$ 50 juta.
* Pinjaman dalam negeri US$ 120 juta

Sementara total surat utang yang telah diterbitkan oleh pemerintah
sampai Februari 2012 mencapai US$ 135,54 miliar. Naik dibandingkan
posisi di akhir 2011 yang sebesar US$ 130,97 miliar.

Berikut catatan utang pemerintah pusat dan rasionya terhadap PDB sejak
tahun 2000:


* Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)
* Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)
* Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)
* Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)
* Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)
* Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)
* Tahun 2006: Rp 1.302,16 triliun (39%)
* Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)
* Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)
* Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)
* Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
* Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
* Februari 2012: Rp 1.844,96 triliun (25,5%)

Sebelumnya, Presiden SBY menyatakan tengah mempersiapkan gerakan
penghematan nasional. Gerakan ini diharapkan bisa jadi solusi lonjakan
subsidi BBM bila tahun ini harga minyak dunia semakin melonjak dan cegah
utang baru.

SBY berharap seluruh lembaga dan masyarakat mendukung aksi gerakan
penghematan nasional ini. SBY optimistis gerakan ini bisa memberikan
solusi untuk selamatkan ekonomi nasional bila tahun ini harga minyak
dunia terus saja naik mengingat krisis di Selat Hormuz yang berkepanjangan.

"Gerakan ini juga upaya mencegah defisit anggaran. Itu semua agar kita
tidak menambah utang, sebab menyusahkan kita, pemerintahan mendatang dan
generasi penerus," papar SBY

http://us.finance.detik.com/read/2012/04/09/122337/1887766/4/busyet-utang-pemerintah-naik-lagi-jadi-rp-1844-triliun?f990101mainnews

--
"One Touch In BOX"

To post : koran-digital@googlegroups.com
Unsubscribe : koran-digital-unsubscribe@@googlegroups.com

"Ketika berhenti berpikir, Anda akan kehilangan kesempatan"-- Publilius Syrus

Catatan : - Gunakan bahasa yang baik dan santun
- Tolong jangan mengiklan yang tidak perlu
- Hindari ONE-LINER
- POTONG EKOR EMAIL
- DILARANG SARA
- Opini Anda menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya dan atau
Moderator Tidak bertanggung Jawab terhadap opini Anda. -~----------~----~----~----~------~----~------~--~------------------------------------------------------------
"Bersikaplah sopan, tulislah dengan diplomatis, meski dalam deklarasi perang sekalipun seseorang harus mempelajari aturan-aturan kesopanan." -- Otto Von Bismarck.
"Lidah orang berakal dibelakang hatinya, sedangkan hati orang dungu di belakang lidahnya" -Ali bin Abi Talib.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.